(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY awal sesi Asia Rabu (7/10/2020) yang dibuka sama dengan penutupan kuat sebelumnya bergerak kuat oleh naiknya kembali posisi imbal hasil obligasi AS yang sempat berada di posisi tertinggi sebulan lebih. Laju pair selanjutnya diperkuat oleh safe haven dolar.
Tekanan pada perdagangan aset resiko datang dari retreatnya ketiga indeks utama bursa saham Wall Street semalam oleh profit taking setelah sesi sebelumnya alami lonjakan tinggi. Demikian sebagian besar perdagangan bursa saham Jepang alami koreksi mengikuti sentimen bursa Amerika.
Indeks dolar yang telah bergerak bullish sebagai safe haven pada perdagangan sesi sebelumnya, terpantau kembali bergerak lebih tingggi dari posisi perdagangan sebelumnya. Bertambah kuatnya permintaan safe haven dolar AS setelah Presiden AS menghentikan negoisasi paket stimulus virus corona yang baru dengan partai Demokrat.
Sentimen di Asia juga tertekan oleh pernyataan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dalam pertemuan di National Association for Business Economics yang menyatakan kondisi ekonomi Asia tetap parah tetapi penurunan pertumbuhan telah moderat dibandingkan dengan kawasan lain..
Untuk pergerakan selanjutnya akan memperhatikan dinamika perdagangan saham global serta pada sesi AS terdapat risalah pertemuan FOMC bulan lalu untuk mendapatkan kejelasan kebijakan moneter yang ditetapkan Fed.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak bullish, awal sesi naik menuju posisi 105.75 dan jika tembus lanjut ke posisi R2 hingga R3. Namun jika terjadi koreksi akan meluncur kembali ke posisi pembukaan sebelum ke pivot dan juga posisi S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 106.10 | 105.93 | 105.78 | 105.62 | 105.46 | 105.30 | 105.14 |
| Buy Avg | 105.75 | Sell Avg | 105.50 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


