Nikkei 12 Oktober Turun dari Posisi Tertinggi 8 Bulan Karena Penguatan Yen

528
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Terjadi profit taking pada perdagangan bursa saham Jepang  hari Senin (12/10/2020) setelah mencapai posisi penutupan tertinggi 8 bulan pada akhir pekan lalu. Saham-saham yang paling banyak tertekan jual yaitu saham eksportir oleh karena penguatan yen Jepang, yang membuat indeks Nikkei terkoreksi.

Sentimen pasar dibebani oleh anjloknya saham Yaskawa Electric Corp hingga turun 5,43% setelah pembuat robot industri tersebut mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya memperkirakan pembayaran dividen turun sekitar setengahnya.

Dari laporan data ekonomi yang dirilis, data pinjaman bank Jepang naik pada laju tahunan yang lebih lambat di bulan September dibandingkan bulan sebelumnya karena ketegangan pendanaan perusahaan yang disebabkan oleh pandemi  terutama di antara peminjam besar. Sementara harga grosir Jepang turun 0,8% pada bulan September dari bulan yang sama tahun sebelumnya , menandai penurunan bulan ke tahun ketujuh berturut-turut.

Indeks harian Nikkei ditutup 61 poin atau 0,26% lebih rendah ke posisi 23558,69, turun dari penutupan tertinggi sejak 13 Februari.  Demikian untuk indeks Topix ditutup turun 0,24% menjadi 1.643,35. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020 kini sedang bergerak negatif dengan turun 50 poin atau 0,21% ke posisi 23.520.

Untuk penurunan saham terbesar kedua di Nikkei adalah saham konglomerat teknik JGC Holdings Corp yang anjlok 4,27%, diikuti oleh saham Citizen Watch Co Ltd yang turun 3,94%.  Namun terdapat saham yang bergerak kuat seperti saham M3 Inc yang naik 2,91%, diikuti oleh saham maskapai ANA Holdings Inc yang naik 2,65%, dan investor ekuitas SoftBank Group Corp naik 2,64%.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here