(Vibiznews – Indeks) – Tekanan profit taking masih terus berlanjut pada perdagangan bursa saham Korea Selatan hari Rabu (14/10/2020), dengan indeks Kospi ditutup pada posisi terendah dalam sepekan. Sentimen investor melemah sepanjang sesi di tengah penantian stimulus fiskal AS dan berita penghentian uji coba vaksin covid-19 oleh Johnson & Johnson.
Sementara itu, Bank sentral Korea Selatan menetapkan suku bunga utamanya tidak berubah pada rekor terendah 0,5% dengan alasan ketidakpastian ekonomi yang meningkat atas wabah virus korona yang berlarut-larut dan kenaikan harga rumah.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) harian ditutup turun 22,67 poin atau 0,94 persen pada posisi 2.380,48. Demikian untuk indeks Kospi200 berjangka turun 3,01 poin atau 0,94% ke posisi 316.57, setelah sempat turun ke posisi rendah di 317.71 dan naik ke posisi tertinggi 319.88.
Tekanan Kospi banyak dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan seperti saham SK hynix merosot 1,93 persen, saham Samsung Biologics anjlok 2,21 persen, saham Celltrion turun 3,14 persen, saham LG Chem turun 2,48 persen, saham Hyundai Motor merosot 0,56 persen dan saham POSCO merosot 2,2 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



