(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (18/11/2020) oleh profit taking setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi 29 tahun. Indeks Nikkei terkoreksi oleh penguatan yen Jepang yang sangat kuat menekan saham-saham eksportir utama.
Perdagangan saham sudah dibuka lebih rendah mengikuti sentimen perdagangan bursa saham Amerika Serikat yang retreat dari posisi rekor tertingginya. Kemudian semakin merosot merespon berita lonjakan kasus baru virus corona di seluruh dunia dan juga Jepang.
Tokyo melaporkan rekor tertinggi 493 kasus baru virus korona pada hari Rabu dan berencana untuk meningkatkan kewaspadaan virusnya ke level tertinggi. Namun terdapat sentimen positif dari data neraca perdagangan Jepang yang mencatat surplus perdagangan JPY872,9 miliar di bulan Oktober, surplus bulan keempat berturut-turut dan terbesar sejak Februari.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 286,48 poin atau 1,1% lebih rendah ke posisi 25728,14. Demikian untuk indeks Topix ditutup tergelincir 14,01 poin atau 0,81 persen menjadi 1.720,65. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020 bergerak negatif hingga turun 340 poin atau 1,43% ke posisi 25.700.
Saham Produsen mobil dan maskapai penerbangan melemah di tengah kekhawatiran bahwa aktivitas ekonomi mungkin menyusut setelah laporan pemerintah Tokyo merekomendasikan agar toko-toko tutup lebih awal. Saham Toyota merosot 1,61 persen , saham Honda turun 3,77 persen, saham Japan Airlines merosot 1,69 persendan saham ANA Holdings jatuh 3,11 persen.
Untuk saham-saham eksportir utama yang tertekan seperti saham Sony kehilangan 1,81 persen, saham Panasonic merosot 2,86 persen dan saham Canon turun 1,82%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


