(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong pada perdagangan hari Senin (30/11/2020) anjlok cukup signifikan dan turun ke posisi terendah 2 pekan, setelah mencapai posisi tertinggi 9 bulan sebelumnya. Namun sepanjang bulan November, indeks Hang Seng cetak penguatan dengan monthly gain 9,27% yang merupakan penguatan bulanan terbesar sejak Januari 2018.
Anjloknya indeks Hang Seng hari ini mendapat tekanan dari ketegangan AS-China setelah laporan pemerintahan Trump yang akan menambahkan produsen minyak dan gas lepas pantai China ke dalam daftar sanksi, mengancam untuk melumpuhkan operasi internasionalnya.
Indeks Hang Seng ditutup turun 553,19 atau 2,1% menjadi 26.341,49, terendah sejak 13 November. Untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan ditutup turun 2,3% menjadi 10.546,47. Indeks Hang Seng berjangka bulan November masih bergerak lemah dengan turun 493 poin atau 1,83% ke posisi 26432.
Secara sektoral mayoritas bergerak lemah dengan pelemahan dipimpin oleh sektor energy dan teknologi yang anjlok 8,84% dan 3,67% masing-masing. Saham yang paling terpukul yaitu saham CNOOC anjlok 14% setelah masuk dalam daftar hitam perusahaan yang mendapat sanksi dari AS.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



