(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan mengakhiri perdagangan bulan November pada hari Senin (30/11/2020) anjlok oleh profit taking pasar setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan sebelumnya. Namun sepanjang bulan November indeks Kospi cetak monthly gain 14,30%, penguatan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Profit taking dipicu aksi jual investor asing sebesar 2,4 triliun won merespon berita lonjakan kasus harian covid-19 di Korea Selatan; pemerintah laporkan 438 kasus baru setelah laporkan posisi tertinggi 8 bulan pekan lalu, meningkatkan kekhawatiran atas gelombang ketiga infeksi.
Dari rilis laporan ekonomi, data output industri tetap datar di bulan Oktober dari bulan sebelumnya sementara konsumsi dan investasi turun lagi, sebagai tanda bahwa pemulihan ekonomi masih lemah di tengah pandemi.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) harian ditutup turun 42,11 poin atau 1,6% lebih rendah ke posisi 2.591,34 Demikian untuk indeks Kospi200 anjlok 6,68 poin atau 1,89% ke posisi 346.05, setelah naik ke posisi tertinggi 354.78 dan turun ke posisi terendah di 346.05.
Kospi tertekan oleh anjloknya mayoritas saham papan atas seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics kehilangan 2,2 persen, saham SK hynix merosot 1,32 persen, saham raksasa portal internet Naver turun 2,46 persen, saham LG Chem turun 1,23 persen, saham Samsung SDI turun 3,27 persen dan saham raksasa farmasi Samsung Biologics turun 1,63 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



