(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang menutup perdagangan pekan ini hari Jumat (4/12/2020) dengan alami profit taking setelah gain selama 3 hari berturut dan tertinggi 29-1/2 tahun sebelumnya. Namun secara mingguan, Nikkei cetak weekly gain 5 pekan berturut.
Indeks Nikkei hari ini juga tertekan oleh penguatan yen Jepang yang lemahkan saham-saham eksportir utama. Tekanan jual di Nikkei mengikuti kinerja lemah semalam pada indeks S&P500 Wall Street yang turun dari tertinggi sepanjang masa setelah Pfizer laporkan masalah rantai pasokan untuk produksi vaksinnya akhir tahun ini.
Sementara itu pemerintah Jepang mengumumkan pada Jumat pagi keputusan untuk mengalokasikan dana sebesar $4,5 miliar untuk membantu negara-negara berkembang dalam memerangi penyebaran virus corona yang sedang berlangsung.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 58,13 poin atau 0,22% lebih rendah ke posisi 26751,24, namun secara mingguan menguat 0,45%. Demikian untuk indeks Topix turun 0,69 poin atau 0,039% menjadi 1.775,94. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020 bergerak negatif dengan turun 70 poin atau 0,26% ke posisi 26.780.
Di antara saham papan atas yang terpukul, saham Tokyo Electron turun 3,12% karena aksi ambil untung setelah kinerja saham teknologi yang luar biasa baru-baru ini. Demikian saham berorientasi ekspor terpukul oleh penguatan yen terhadap dolar, dengan saham Fanuc turun 0,82%, sementara Sony Corp kehilangan lebih dari 0,2%.
Namun untuk saham terkait otomotif menguat setelah media lokal melaporkan bahwa Jepang mungkin melarang penjualan mobil bermesin bensin baru pada pertengahan 2030-an, dan bahwa pemerintah akan mengadakan pembicaraan minggu depan untuk membangun pasar penggantian kerugian karbon untuk industri tersebut.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



