Nikkei 7 Desember Retreat dari Tertinggi 29 Tahun oleh Berita Kasus Corona di Jepang

739

(Vibiznews – Indeks) – Akhir perdagangan bursa saham Jepang awal pekan  hari Senin (7/12/2020), indeks Nikkei retreat dari posisi  tertinggi 29 tahun. Aksi profit taking pasar pasca penguatan selama 5 pekan berturut dipicu oleh permasalahan corona di Jepang dan kekhawatiran ketegangan AS-China.

Sentimen juga diperberat oleh berita Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura meminta pemerintah pusat untuk mengirim perawat dari Pasukan Bela Diri ke prefektur Jepang barat karena kekurangan petugas kesehatan yang merawat pasien yang menderita kasus virus corona parah. Otoritas kesehatan setempat melaporkan 2424 kasus baru terinfeksi di Jepang pada hari Minggu.

Dari berbagai sumber media, diberitakan bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang mempersiapkan sanksi terhadap pejabat China atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi Beijing terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong.

Dari laporan ekonomi yang dirilis, indeks indikator ekonomi coincident di Jepang meningkat menjadi 89,7 pada bulan Oktober, mencatatkan pembacaan tertinggi sejak Februari, indeks indikator ekonomi utama di Jepang meningkat menjadi 93,8 menjadi pembacaan tertinggi sejak Juni 2019.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 203,8 poin atau 0,76% menjadi 26.547,44, setelah mencapai level tertinggi sejak April 1991 pada pembukaan.  Demikian  untuk indeks Topix turun 0,86% menjadi 1.760,75. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020  bergerak negatif dengan turun 210 poin atau 0,78%  ke posisi 26.570.

Di antara saham papan atas Topix yang berkinerja buruk, saham Shin-Etsu Chemical Co Ltd turun 2,62% dan Nidec Corp kehilangan 2,22%. Namun untuk saham Topix yang bergerak kuat adalah saham semikonduktor  dengan saham Advantest naik 0,54%  dan saham Tokyo Electron bertambah 1,4%. Dentsu Group Inc naik sebanyak 1,13% sebelum ditutup turun hampir 0,6%, setelah raksasa periklanan Jepang itu memperkirakan kerugian bersih yang lebih kecil untuk tahun yang berakhir pada Desember dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here