(Vibiznews-Index) – Setelah mencapai posisi rekor tertinggi yang baru, bursa saham Amerika retreat oleh aksi profit taking saham-saham teknologi pada perdagangan yang berakhir hari Kamis (10/12/2020). Ketiga indeks utama Wall Street ditutup pada zona merah dengan indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi paling terkoreksi.
Indeks Dow Jones berakhir dengan kerugian 105,07 poin atau 0,35 persen pada 30.068,81, setelah mencapai tertinggi 30.319,70. Indeks S&P 500 yang melonjak ke 3.712,39, mengakhiri sesi di 3.672,82, turun 29,43 poin atau 0,79 persen, sedangkan indeks Nasdaq merosot 243,82 poin atau 1,94 persen menjadi 12.338,95.
Sentimen yang mempengaruhi profit taking pasar yaitu lonjakan kasus virus corona di AS dengan lebih 210000 kasus baru terkonfirmasi. Selain itu Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengumumkan paket stimulus $916 miliar kepada parlemen AS, dan pasar masih menunggu persetujuaan dari paket tersebut.
Saham-saham yang alami koreksi cukup signifikan selain saham teknologi yaitu saham keuangan dan pabrikan pesawat. Saham Salesforce.Com, Boeing, American Express, JP Morgan Chase, Apple, Microsoft, Visa, Facebook, Intel dan Chevron turun sekitar 1 hingga 3 persen.
Namun terdapat saham yang bergerak kuat seperti saham Travellers Companies, General Electric, 3M, DuPont, Goldman Sachs, Johnson & Johnson, Amgen dan Home Depot naik tajam, rebound dari kerugian di sesi sebelumnya.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



