(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Senin (14/12/2020) sedang bergerak downtrend melanjutkan pelemahan pair akhir pekan lalu oleh pergerakan dolar yang melemah. Kuatnya sentimen perdagangan aset risiko telah menekan dolar AS, dan safe haven yen Jepang mendapat kekuatan dari rilis data ekonomi yang kuat mendaki ke posisi terkuat 2 pekan.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak turun di pasar uang Eropa setelah melemah 2 hari; tertekan kenaikan pound sterling setelah disepakatinya perpanjangan waktu negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.
Dolar AS tertekan kuat sebagai safe haven oleh meningkatnya sentimen bisnis Jepang yang menambah harapan prospek ekonomi global yang lebih cerah untuk tahun 2021 dan berita vaksin virus korona Pfizer – BioNTech yang segera diluncurkan di AS.
Survei sentimen bisnis Tankan Bank of Japan meningkat pada laju tercepat dalam hampir dua dekade. Indeks Tankan meningkat ke -10 di Q4, pembacaan tertinggi dalam tiga kuartal, sementara itu data produksi industri naik 4.0% bulan ke bulan di bulan Oktober, kenaikan bulan kelima berturut-turut.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan lanjut melemah, dan kini pair berada di posisi 103.75 yang menembus support kuat harian. Pair sedang meluncur ke support selanjutnya di 103.55-103.26. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik kembali ke posisi 104.05, jika tembus mendaki ke resisten kuat 104.21 – 104.47.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



