(Vibiznews – Indeks) – Terjadi tekanan profit taking pada perdagangan bursa saham Korea Selatan hari Senin (14/12/2020) setelah akhir pekan lalu mencapai posisi baru rekor tertingginya. Indeks Kospi retreat oleh berita laporan meningkatnya kasus harian terinfeksi covid-19 di Korsel.
Lonjakan kasus harian COVID-19 di negara Korea Selatan menembus angka 1.000 untuk pertama kalinya pada hari Minggu dengan 1030 kasus dan kemudian mencapai 700 kasus baru pada hari Senin. Presiden Moon Jae-in mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan skema jarak sosial ke level tertinggi, Level 3, jika kasus terus meningkat.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) harian ditutup melemah 7,86 poin atau 0,28 persen lebih rendah ke posisi 2.762,2 poin. Demikian untuk indeks Kospi200 turun 0,68 poin atau 0,18% ke posisi 371.56, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 374.72 dan sempat turun ke posisi terendah di 370.50.
Tekanan jual Kospi dibatasi oleh masih bergerak kuatnya saham-saham unggulan seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics naik 0,54 persen dan saham pembuat chip No. 2 SK hynix naik 1,3 persen. Saham unggulan lainnya yang tertekan seperti saham raksasa portal internet Naver turun 1,38 persen, saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem merosot 1,86 persen dan pembuat baterai isi ulang Samsung SDI kehilangan 1,26 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting