(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat (18/12/2020) karena sentimen pasar memburuk di tengah berita bahwa Amerika Serikat akan menambahkan lusinan perusahaan China ke daftar hitam perdagangan, yang meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing.
Indeks Hang Seng retreat dari posisi tertinggi 2 pekan yang didapat dari gain selama 2 hari berturut sebelumnya. Demikian secara mingguan, Hang Seng kembali cetak weekly loss selama 3 pekan berturut. Tekanan Hang Seng akhir pekan ini didapat dari anjloknya mayoritas saham teknologi.
Pemerintah AS diperkirakan akan menambahkan perusahaan pembuat chip top China SMIC ke daftar hitam. Secara total, Amerika Serikat diperkirakan akan menambahkan sekitar 80 perusahaan dan afiliasi tambahan ke daftar entitas yang disebut, hampir semuanya adalah perusahaan Cina.
Indeks Hang Seng ditutup turun 179,78 poin atau 0,67% lebih rendah ke posisi 26.498,60. Demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,59% menjadi 10.483,34. Indeks Hang Seng berjangka bulan November bergerak positif dengan turun 199 poin atau 0,75% ke posisi 26499.
Secara sektoral, mayoritas bergerak kuat di zona hijau yang dipimpin oleh penguatan sektor energy dan tambang dengan kenaikan 1,85% dan 2,89% masing-masing. Untuk sektor yang melemah dipimpin oleh sektor teknologi dan keuangan yang anjlok 1,02% dan 1,14% masing-masing.
Tiga saham H-share yang alami penurunan persentase terbesar seperti saham Semiconductor Manufacturing International Corp, yang turun 5,2%, saham CSPC Pharmaceutical Group Ltd, yang turun 3,09% dan saham Haidilao International Holding Ltd, yang ditutup lebih rendah 2,56%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



