(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia Senin (21/12/2020) yang dibuka lebih tinggi dari posisi rebound akhir pekan lalu, bergerak turun kembali menuju posisi perdagangan sebelumnya. Kekuatan dolar AS terhadap yen Jepang terpantau masih dominan mensupport laju pair, sentimen kontraksinya indeks harga konsumen Tokyo masih berlanjut menekan yen.
Akhir pekan lalu indeks harga konsumen Jepang turun 0,9 persen pada November tahun ke tahun setelah turun 0,4 persen di bulan sebelumnya, merupakan penurunan yang tertajam sejak April 2010. Kemudian BOJ memutuskan akan melakukan pelonggaran moneter yang lebih efektif dan berkelanjutan, dan juga masih mempertahankan suku bunga jangka pendek di -0,1% serta mempertahankan target untuk imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun di sekitar 0%.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia untuk 2 sesi berturut. Dolar telah menguat sejak awal pekan oleh rilis data Conference Board menunjukkan indeks AS terkemuka. indikator ekonomi meningkat sedikit lebih dari yang diharapkan di bulan November. Selain itu sebagai safe haven diperkuat ketidakpastian atas kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang dibuka pada posisi 103.51 sedang meluncur menuju pivot, jika tembus lanjut turun ke S1 hingga S2. Kemudian jika bergerak sebaliknya akan naik kembali menuju posisi 103.52, jika tembus akan mendaki ke R1 dan R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 104.12 | 103.85 | 103.58 | 103.31 | 103.04 | 103.77 | 102.49 |
| Buy Avg | 103.60 | Sell Avg | 103.14 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



