Kospi 29 Desember Masih Menguat Meski Alami Profit Taking

452
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan alami profit taking pada perdagangan hari Selasa (29/12/2020) setelah sesi sebelumnya menembus rekor tertinggi baru di kisaran 2800. Namun indeks Kospi masih ditutup menguat oleh sentimen kuat bursa global setelah awal sesi alami tekanan jual saham ex-dividen.

Sentimen investor bursa Asia terangkat merespon berita House of Representatives atau DPR-nya Amerika Serikat melakukan voting pada hari Senin dengan suara 275-134, untuk memenuhi permintaan Presiden Trump pembayaran stimulus sebesar $2.000 kepada orang Amerika yang memenuhi syarat. Proses selanjutnya akan dilakukan voting ke Majelis Senat.

Sementara itu, pemerintah Korsel meluncurkan paket stimulus baru 9,3 triliun won ($ 8,49 miliar)  untuk mendukung bisnis kecil yang dilanda gelombang ketiga virus corona dan mereka yang rentan terhadap pengangguran karena wabah tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) hanya ditutup naik 11,91 poin atau 0,42 persen lebih tinggi pada 2.820,51. Demikian untuk indeks Kospi200 naik  1,34 poin atau 0,35% ke posisi 381.27, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 382.31 dan sempat turun ke posisi terendah di  377.04.

Tekanan jual saham ex-dividen banyak dialami saham sektor  keuangan dan telekomunikasi, sebaliknya saham farmasi melonjak  karena kekhawatiran pandemi. Saham farmasi yang melonjak seperti saham Samsung Biologics melonjak 4,18 persen dan saham Celltrion melonjak 10,08 persen setelah badan keamanan obat mengatakan pihaknya meluncurkan tinjauan pengobatan virus korona dari pembuat obat.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here