(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong awal tahun 2021 cetak gain mengikuti kenaikan mayoritas bursa Asia lainnya dengan catatan yang optimis dari investor akan pemulihan ekonomi global dengan cepat. Namun pergerakan kuat hari ini dibatasi oleh ketegangan China-AS.
Kekuatan juga ditambah dengan laporan aktivitas di sektor pabrik China naik pada bulan Desember karena pemerintah mempertahankan pemulihan ekonominya ke tingkat pra-pandemi. Namun dibatasi oleh penentangan kuat China terhadap langkah pemerintah AS untuk mempolitisasi masalah perdagangan setelah Bursa Efek New York mulai menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China.
Indeks harian Hang Seng ditutup naik 241,68 poin atau 0,9% menjadi 27.472,81, tertinggi sejak 20 Februari 2020. Namun indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,1% menjadi 10.722,99. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Desember 2020 bergerak positif dengan naik 269 poin atau 0,99% ke posisi 27.488.
Secara sektoral, mayoritas saham bergerak kuat di zona hijau kecuali saham sektor healthcare, properti dan energi. Penguatan sektor dipimpin oleh saham sektor tambang dan sektor consumer yang naik 4,74% dan 3,38% masing-masing. Saham tiga perusahaan telekomunikasi terbesar China yang dihapus di bursa AS anjlok masing-masing sebanyak 5%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


