(Vibiznews – Indeks) – Tekanan jual pada bursa saham Jepang terus berlanjut pada perdagangan hari Selasa (5/1/2021) hingga membuat indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah sepekan. Posisi penguatan yen Jepang terhadap dolar AS menekan saham-saham eksportir utama.
Selain itu sentimen diperberat setelah pemerintah metropolitan Tokyo melaporkan 1.278 infeksi virus corona baru, penghitungan kasus harian tertinggi kedua setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan dia akan membuat keputusan pada hari Kamis tentang rencana untuk mengumumkan keadaan darurat di Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 99,75 poin atau 0,37% ke posis 2.7158,63, turun untuk sesi ketiga berturut-turut. Demikian untuk indeks Topix turun 0,19% menjadi 1.791,22. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2021 bergerak positif dengan turun 250 poin atau 0,92% ke posisi 27.070.
Saham operator penerbangan dan kereta api menjadi saham yang berkinerja terburuk dengan masing-masing turun 1,2% dan 1,5%, karena prospek pembatasan baru untuk mengatasi krisis kesehatan. Selain itu penguatan yen Jepang anjloknya saham produsen mobil hingga turun 1,2%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


