(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang menutup perdagangan pekan ini dengan melonjak pada hari Jumat (8/1/2021), dengan indeks Nikkei semakin perpanjang rekor tertinggi 30 tahun. Untuk perdagangan sepekan, indeks Nikkei juga berhasil cetak penguatan 2,34%.
Sentimen positif investor datang dari harapan lebih banyak stimulus fiskal di AS dengan imbal hasil obligasi yang meningkat memicu spekulasi bahwa inflasi global akan meningkat. Selain itu juga saham-saham teknologi menguat setelah pembuat semikonduktor Samsung Electronics Co Ltd dan Micron Technology Inc memperkirakan laba dan pendapatan yang kuat.
Penguatan saham terangkat oleh laporan bahwa vaksin Pfizer dan BioNTech COVID-19 tampaknya bekerja melawan mutasi utama pada varian baru virus covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.
Dari laporan ekonomi yang masuk, data pengeluaran rumah tangga di Jepang naik 1,1% yoy pada bulan November, sementara itu indeks ekonomi utama negara itu untuk November melonjak ke level tertinggi tiga tahun karena pemulihan dari pandemi mendapatkan momentum.
Indeks harian Nikkei ditutup melonjak 595 poin atau 2,36% pada 28.139,03, tertinggi sejak Agustus 1990. Demikian untuk indeks Topix naik 1,57% menjadi 1.854,94, level tertinggi sejak Februari 2018. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2021 bergerak positif dengan naik 700 poin atau 2,55% ke posisi 28.1440.
Saham yang menguat paling tinggi di Topix adalah saham Murata Manufacturing Co Ltd, naik 5,04%, diikuti oleh Daikin Industries Ltd yang naik 3,81%. Sedangkan yang berkinerja buruk seperti saham Hoya Corp turun 1,79%, diikuti oleh saham Central Japan Railway Co kehilangan 0,14%. Indeks Topix untuk pembuat mesin listrik, yang mencakup banyak saham terkait semikonduktor, naik 2,71% ke level tertinggi sejak Maret 2000.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


