Saham Twitter dan Facebook Mengalami Tekanan, Pasca Penghapusan Akun Trump

942
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Aplikasi Facebook dan Twitter mengalami tekanan dari para pemakai layanan sosial media tersebut akibat tindakannya membekukan akun dari Presiden AS Donald J.Trump.

Dimana Presiden Trump tidak lagi bisa mengakses akun-nya pada kedua platform sosial media ini setelah mengunggah video yang mengungkapkan cintanya pada para pendukungnya pada saat mereka melakukan protes di Washington, D.C. yang berakhir dengan mereka memasuki gedung The Capitol pada Rabu (6/1/21) malam, dalam video tersebut Presiden Trump meminta pendukungnya untuk pulang dengan damai.

Twitter menghapus video tersebut 12 jam setelah diunggah, sedang Facebook menghapusnya setelah 24 jam.

Pada Kamis pagi, 12 jam setelah penghapusan tersebut, harga saham Twitter turun 1,62%, sedang harga saham Facebook turun 0,44%, demikian dikutip dari Fox Business.

Sebagian masyarakat keberatan dengan tindakan penyedia platform ini dengan penghapusan video yang menyerukan tindakan damai oleh Presiden Donald J. Trump. Tindakan sensor dan penghapusan ini juga dianggap sebagai upaya menghalangi kebebasan menyampaikan pendapat.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here