Nikkei Perpanjang Rekor Tertinggi 3 Dekade, Obat Arthritis Jepang Efektif Rawat Pasien Covid-19

628

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang yang baru memulai perdagangan pekan ini kembali memperpanjang posisi rekor tertinggi 3 dekade pada hari Selasa (12/1/2021), di tengah pergerakan harga yang fluktuatif. Indeks Nikkei menguat moderat merespon berita efektifnya obat arthritis buatan perusahaan farmasi Jepang merawat pasien covid-19.

Sentimen positif tersebut kemudian tertekan setelah Perdana Menteri Yoshihide Suga pada hari Selasa mengatakan kepada eksekutif partai yang berkuasa bahwa dia berencana untuk memperluas keadaan darurat yang diumumkan untuk mencakup prefektur Osaka, Kyoto dan Hyogo di tengah kebangkitan infeksi di Jepang barat.

Dari laporan ekonomi yang masuk, data survei Eco Watcher tentang kondisi saat ini jatuh ke 35,5 pada bulan Desember, terendah dalam tujuh bulan sementara survei bank sentral triwulanan menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi rumah tangga di Jepang melemah pada Q4, menunjukkan kondisi pandemi meningkatkan risiko deflasi.

Indeks harian Nikkei ditutup naik 25,31 poin atau 0,09% lebih tinggi pada 28.164,34. Demikian untuk indeks Topix  naik tipis 0,16% menjadi 1.857,94. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2021  bergerak positif dengan naik 50 poin atau 0,18%  ke posisi 28.190.

Saham Chugai Pharmaceutical melonjak 5,91% karena berita efektivitas obat covid-19 membantu meningkatkan indeks pembuat obat sebesar 1,68%. Pemerintah Inggris pekan lalu umumkan bahwa dua obat arthritis, termasuk satu yang dikembangkan di Jepang, efektif dalam merawat pasien COVID-19. Saham farmasi  lain seperti Takeda Pharmaceutical, Eisai, dan Shionogi & Co juga naik antara 1,95% dan 3,38%.

Saham ritel juga naik, dipimpin oleh kenaikan 5,52% saham Ryohin Keikaku setelah operator toko ritel Muji tersebut membukukan kenaikan 69% laba bersih kuartalan. Lawson naik 2,24%, sedangkan Watts Co melonjak 10,37%. Di antara saham lainnya, saham SoftBank Group naik 1,36% setelah dana yang dikelolanya menjual sebagian sahamnya di Uber Technologies seharga $ 2 miliar.

Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham  pembuat mobil tergelincir setelah Toyota Motor dan Honda Motor mengatakan mereka akan memangkas produksi kendaraan bulan ini karena kekurangan semikonduktor. Akibatnya saham Toyota turun 0,59% dan Honda Motor turun 1,55%.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here