(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang kembali cetak gain lanjutan hingga menutup perdagangan hari Kamis (14/1/2021) ke posisi rekor tertinggi 30 tahun. Indeks Nikkei rally untuk 6 sesi berturut yang disupport oleh kekuatan saham teknologi, merespon rilis data produksi industri Jepang.
Data pesanan mesin inti di Jepang, yang tidak termasuk untuk kapal dan dari perusahaan tenaga listrik, naik 1,5 persen bulan ke bulan di November 2020 setelah melonjak 17,1 persen di bulan sebelumnya, dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar turun 6,2 persen.
Kemudian Bank of Japan (BOJ) mengatakan siap meluncurkan lebih banyak stimulus moneter jika krisis virus corona di negara itu mengancam akan menggagalkan pemulihan ekonomi yang sudah rapuh sebelumnya. Jepang memperluas keadaan darurat di daerah Tokyo menjadi tujuh prefektur lagi di tengah peningkatan kasus yang stabil.
Indeks harian Nikkei ditutup naik 241,67 poin atau 0,85% lebih tinggi pada 28.698,26, posisi tertinggi sejak September 1990. Demikian untuk indeks Topix naik 0,48% lebih tinggi pada 1,873,28. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2021 bergerak positif dengan naik 350 poin atau 1,32% ke posisi 28.810.
Saham terkait chip memimpin kenaikan, mengikuti lonjakan 7% di Intel setelah perusahaan mengatakan akan menggantikan chief executive officer dan mengharapkan untuk mengalahkan perkiraan keuangannya untuk kuartal keempat. Saham Nikon Corp melonjak 7,21% menjadi saham terkuat hari ini, diikuti oleh Ysaham askawa Electric, naik 5,3%.
Pergerakan sebaliknya, saham Honda Motor turun 0,07% setelah perusahaan mengatakan akan menghentikan produksi di pabrik Inggrisnya minggu depan karena masalah rantai pasokan global terkait COVID-19.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


