(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (19/1/2021) posisi poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak bullish dan sudah menembus posisi resisten kuat hariannya. Poundsterling menguat setelah 2 sesi sebelumnya bergerak down, naik oleh posisi dolar AS yang retreat
Sementara itu, investor tetap khawatir tentang dampak negatif dari penutupan nasional ketiga pada pemulihan ekonomi Inggris. Untuk peluncuran vaksinasi COVID-19 di negara itu berlanjut dengan lebih dari 4,0 juta orang telah menerima dosis pertama mereka.
Di sisi kebijakan moneter, investor mendorong kembali ekspektasi suku bunga negatif hingga Juni 2021, dibandingkan dengan perkiraan Mei 2021 sebelumnya, setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan bahwa pemotongan suku bunga di bawah nol akan menimbulkan komplikasi bagi sektor perbankan.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang terkoreksi di pasar uang Eropa setelah menguat 2 hari; di tengah investor yang mencermati bagaimana kebijakan mata uang dari calon Menkeu AS nantinya. Mantan Ketua Fed Janet Yellen dicalonkan menjadi Menteri Keuangan AS selanjutnya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD ditutup menguat. Kini pair berada di posisi 1,3618 dan sedang mendaki mendekati resisten lemahnya di 1,3645- 1,3693. Namun jika terkoreksi akan turun ke posisi 1.3570, jika tembus lanjut meluncur ke support kuat di 1.3522 – 1.3563.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



