(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong alami penurunan indeks harian terbesar sejak bulan Mei 2020 pada perdagangan hari Selasa (26/1/2021), setelah sesi sebelumnya berada di posisi tertinggi 31 bulan. Indeks Hang Seng anjlok 2% lebih dipicu oleh karena kekhawatiran investor global atas waktu stimulus fiskal AS dan meningkatnya ketegangan China-AS.
Hubungan China-AS sedikit terganggu ketika China pada hari Selasa mengatakan akan melakukan latihan militer di Laut China Selatan minggu ini, hanya beberapa hari setelah China marah pada masuknya kapal induk AS ke perairan yang disengketakan.
Indeks harian Hang Seng ditutup turun 767,75 poin atau 2,55% pada posisi 29.391,26, penurunan satu hari terbesar sejak 22 Mei 2020. Demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 2,22% menjadi 11.695,43. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Desember 2020 bergerak negatif dengan anjlok 636 poin atau 2,11% ke posisi 29445.
Secara sektoral, semua sektor anjlok menekan Hang Seng yang dipimpin oleh sektor teknologi dan healthcare dengan turun 4,29% dan 2,40% masing-masing. Saham teknologi yang paling terpukul yaitu saham Tencent Holdings Ltd, yang anjlok 6,78%, sedangkan penurunan terbesar dari sektor healthcare yaitu saham Sunny Optical Technology Group Co Ltd yang ditutup melemah 3,34%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



