(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (27/1/2021) posisi poundsterling dalam pair GBPUSD terkoreksi dari posisi tertinggi sejak April 2018 pada posisi 1.3700 di sesi Asia. Pair masih konsolidasi di tengah pergerakan rebound dolar AS sebagai safe haven.
Kekuatan poundsterling didukung oleh kemajuan dalam peluncuran vaksin dan juga laporan pekerjaan yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat ketika gelombang kedua Covid- 19 melanda negara itu karena Skema Retensi Pekerjaan pemerintah membantu melindungi pekerjaan di tengah lockdown.
Namun, Inggris menjadi negara pertama di Eropa dengan 100.000 kematian akibat virus corona. Di sisi kebijakan moneter, penurunan suku bunga negatif diharapkan setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bahwa ada banyak masalah dengan pemotongan suku bunga di bawah nol.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar merangkak naik di pasar uang Eropa setelah terkoreksi di sesi sebelumnya; dollar sempat tertekan di tengah perkiraan investor bahwa the Fed akan kembali menegaskan kebijakan moneter sangat longgar dalam pertemuan minggu ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD ditutup melemah. Kini pair berada di posisi 1,3736 dan berusaha mendaki kembali ke posisi 1.3758 sebelum capai ke resisten kuat di 1,3784- 1,3820. Namun jika bergerak lemah, akan turun ke posisi pivot di 1.3696 dan jika tembus akan meluncur ke support kuat di 1.3648 – 1.3610.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


