(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Rabu (27/1/2021) bergerak bullish menembus resisten kuat hariannya di tengah kuatnya perdagangan safe haven yang melemahkan bursa Asia dan Eropa. Sentimen yen lebih buruk dari pada dolar AS sebagai safe haven merespon kondisi kondisi covid-19 di Jepang yang mengkhawatirkan.
PM Jepang Yoshihide Suga hari ini mengakui sistem medis di negaranya tidak siap untuk menangani lonjakan pasien COVID-19, mengakui bahwa lebih banyak nyawa mungkin berhasil diselamatkan jika perawatan yang tepat tersedia. Jepang juga melaporkan kenaikan kasus baru sebanyak 3850 kasus pada hari Selasa.
Terdapat laporan ekonomi Jepang yang menggembirakan, indeks indikator ekonomi utama naik menjadi 96,4 pada periode November, merupakan data tertinggi sejak Februari 2019, sedangkan indeks indikator ekonomi coincident direvisi lebih rendah menjadi 89 indeks poin.
Sementara itu investor fokus pada hasil pertemuan Komite Kebijakan bank sentral AS – FOMC selama 2 hari yang akan berakhir malam nanti. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar merangkak naik di pasar uang Eropa setelah terkoreksi di sesi sebelumnya; dollar sempat tertekan di tengah perkiraan investor bahwa the Fed akan kembali menegaskan kebijakan moneter sangat longgar dalam pertemuan minggu ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan menguat, dan kini pair berada di posisi 103.78 yang mendaki kembali mendekati resisten lemahnya di 103.93 – 104.28. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, pair akan turun kembali ke 103.57 sebelum capai support kuat di 103.40 -103.16.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



