(Vibiznews – Indeks) – Setelah terkoreksi selama 2 hari berturut, bursa saham Amerika rebound kuat pada akhir perdagangan Jumat dinihari WIB (29/1/2021). Mayoritas indeks utama Wall Street menguat 1% lebih setelah sesi sebelumnya alami penurunan harian terbesar sejak bulan Oktober 2020.
Indeks Dow Jones melonjak 300,19 poin atau 1 persen menjadi 30.603,36, indeks Nasdaq naik 66,56 poin atau 0,5 persen menjadi 13.337,16 dan indeks S&P 500 melonjak 36,61 poin atau 1 persen menjadi 3.787,38. Kekuatan awal di bursa oleh aksi bargain hunting investor yang disupport oleh rilis data ekonomi AS.
Laporan pertama dari Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS pada pekan yang berakhir pada 23 Januari. Klaim turun ke 847.000, turun 67.000 dari level revisi minggu sebelumnya di 914.000.
Setelah itu dilaporkan pertumbuhan ekonomi AS sesuai dengan perkiraan ekonom pada kuartal keempat tahun 2020. PDB melonjak 4,0 persen pada kuartal keempat setelah meroket 33,4 persen pada kuartal ketiga. Namun PDB untuk tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 3,5 persen, tahun sebelumnya bertumb 2,2 persen.
Meskipun terjadi pergerakan yang kuat di bursa, saham Apple dan Tesla justru bergerak negatif. Saham Apple anjlok 3,5 persen setelah perusahaan melaporkan hasil fiskal kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan tetapi memberikan proyeksi yang hati-hati. Demikian saham Tesla anjlok 3,3 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal keempat yang meleset dari perkiraan analis.
Secara sektoral, saham maskapai penerbangan melonjak di awal sesi dan menjadi paling kuat dengan indeks NYSE Arca Airline naik 4,4 persen. Saham American Airlines membantu memimpin sektor ini lebih tinggi, melonjak 9,3 persen setelah melaporkan penurunan kerugian kuartal keempat dari perkiraan pada pendapatan yang melebihi ekspektasi.
Sektor berikutnya yaitu saham emas dengan lonjakan 3,8 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index yang rebound dari level penutupan terendah dalam tujuh bulan. Saham emas tetap menguat meskipun harga emas di pasar berjangka masih melemah. Penguatan sektor juga dialami oleh saham perbankan, perangkat lunak dan semikonduktor.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



