(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia Rabu (3/2/2021) dibuka lebih tinggi dari gain selama 5 sesi berturut sebelumnya yang masih berpijak pada penguatan dolar AS dan juga rally perdagangan aset risiko. Kekuatan aset risiko masih mendominasi pasar setelah gain lanjutan bursa saham Wall Street dan kenaikan posisi imbal hasil obligasi.
Penguatan yen Jepang terus dibatasi oleh optimisme pasar global, harapan baru untuk stimulus fiskal tambahan di AS dan meredanya kekhawatiran atas gejolak perdagangan ritel Wall Street dengan lonjakan semua indeks utamanya. Sebelumnya yen sudah tertekan oleh pengumuman perpanjangan status keadaan darurat covid-19 di Jepang.
Dari laporan ekonomi AS yang dirilis, data menunjukkan bahwa indeks Optimisme Ekonomi IBD / TIPP pada bulan Februari meningkat menjadi 51,9 dari 50,1 pada bulan Januari dan mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 51. Terdapat juga data negatif, indeks Kondisi Bisnis ISM-NY merosot menjadi 51.2 di bulan Januari dari 61.3 di bulan Desember.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di awal pasar uang Asia setelah menguat sesi sebelumnya. Dolar AS diperkuat oleh ekspektasi ekonomi negeri tersebut akan lebih baik dari negara-negara besar lainnya jika stimulus fiskal besar-besaran diluncurkan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 105.03 bergerak kuat mendekati R1 dan juga R2. Namun jika terkoreksi kembali, pair akan tertekan ke posisi pivot dan jika tembus meluncur ke S1 dan juga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 105.49 | 105.32 | 105.14 | 104.98 | 104.80 | 104.62 | 104.45 |
| Buy Avg | 105.14 | Sell Avg | 104.88 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



