(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (5/2/2021) berusaha rebound merespon penguatan sentimen perdagangan aset risiko serta rally harga minyak mentah di pasar komoditas. Pair juga dibayangi oleh rilis data retail sales dari kantor statistik Australia.
Penjualan ritel di Australia turun 4,1 persen secara bulanan di Desember 2020, setelah pertumbuhan 7,1 persen di bulan sebelumnya. Kondisi ini adalah penurunan pertama dalam perdagangan ritel sejak September, di tengah pembatasan COVID-19 yang membatasi pertemuan rumah tangga di beberapa negara bagian.
Sebelumnya juga Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan pemulihan ekonomi di Australia dimulai lebih awal dan lebih kuat dari yang kami harapkan. Namun dia juga mengindikasikan adanya penurunan suku bunga melihat tingkat inflasi masih jauh dari kisaran target 2 hingga 3 persen.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat di awal pasar uang Asia setelah rally 4 sesi sebelumnya. Dolar AS terkoreksi sebagai safe haven oleh membaiknya sentimen perdagangan aset risiko merespon data ketenagakerjaan AS yang optimis.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD bergerak lemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7598 sedang terkoreksi turun 0.7587 dan jika tembus lanjut ke S1 hingga S2. Namun jika berbalik arah akan naik menuju 0.7617 sebelum mendaki ke R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7694 | 0.7670 | 0.7635 | 0.7611 | 0.7575 | 0.7552 | 0.7515 |
| Buy Avg | 0.7620 | Sell Avg | 0.7583 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



