(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia Senin (15/2/2021) masih bergerak kuat melanjutkan rally pekan sebelumnya dan kini mendekati posisi resisten kuat hariannya di tengah posisi indeks dolar yang melemah. Pair menguat oleh kekuatan perdagangan aset risiko yang terlihat dari pergerakan bursa saham Asia yang positif serta indeks S&P500 berjangka yang juga positif.
Sebagai aset safe haven posisi yen lebih tertekan pada sesi Asia awal pekan setelah rilis data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jepang sepanjang tahun 2020 kontraksi 4,8% dan merupakan kontraksi pertama sejak 2009. Demikian juga pada kuartal terakhir 2020 lebih rendah dari kuartal sebelumnya, hanya naik 3% pada Q4/2020 setelah kuartal sebelumnya naik 5,3%.
Meskipun pemerintah Jepang aktif dalam mengeluarkan stimulus atau dana darurat untuk memerangi gelombang covid yang baru, Bank of Japan juga belum memberikan petunjuk kuat tentang kebijakan uang mudah lebih lanjut.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak retreat di awal pasar uang Asia setelah rebound tipis akhir pekan lalu. Dolar AS melemah sebagai safe haven di tengah prospek pemulihan ekonomi yang kuat. Dengan tidak adanya pendorong fundamental yang signifikan hari ini, harapan untuk lebih banyak pengeluaran pemerintah dan peluncuran vaksin secara bertahap di seluruh dunia tampaknya mempersulit dolar AS untuk menarik minat investor.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 105.09 sedang naik mendekati posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun kembali ke posisi 104.90 sebelum meluncur ke posisi S1 dan juga S2.
R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
105.67 | 105.40 | 105.16 | 104.93 | 104.68 | 104.46 | 104.22 |
Buy Avg | 105.16 | Sell Avg | 104.76 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting