(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika masih menunjukkan pergerakan mixed pada sesi perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (18/2/2021), dengan Dow Jones kembali memperpanjang rekor tertinggi barunya. Namun Nasdaq dan S&P500 semakin terkoreksi dari rekor tertingginya.
Indeks Dow Jones ditutup lebih tinggi untuk kesepuluh kalinya dalam dua belas sesi terakhir, naik 90,27 poin atau 0,3 persen menjadi 31.613,02. Sementara itu, Nasdaq turun 82,00 poin atau 0,6 persen menjadi 13.965,50 dan S&P 500 turun tipis 1,26 poin atau kurang dari sepersepuluh persen menjadi 3.931,33.
Pelemahan awal di bursa Wall Street terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi AS yang sebagian besar optimis, yang melukiskan gambaran positif ekonomi tetapi juga menambah kekhawatiran inflasi baru-baru ini.
Sebelum dimulainya perdagangan, Departemen Perdagangan merilis laporan yang menunjukkan penjualan ritel rebound lebih dari yang diprediksi di bulan Januari. Penjualan ritel melonjak 5,3 persen pada Januari setelah turun 1,0 persen pada Desember. Federal Reserve juga merilis laporan yang menunjukkan produksi industri meningkat lebih dari yang diharapkan di bulan Januari.

Menambah kekhawatiran terjadinya inflasi, Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan harga produsen melonjak lebih dari yang diharapkan di bulan Januari. Selain kekhawatiran inflasi, investor juga khawatir data optimis akan mengurangi tekanan pada anggota parlemen untuk mengeluarkan stimulus tambahan.
Risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve akhir bulan lalu juga mengisyaratkan bank sentral kemungkinan akan membiarkan kebijakan tidak berubah untuk masa mendatang, mengimbangi kekhawatiran tentang dampak inflasi.
Kekuatan Dow Jones disumbang oleh lonjakan saham Chevron yang naik 3% dan saham Verizon naik 5,16% setelah Berkshire Hathaway dari Warren Buffett mengungkapkan peningkatan kepemilikan di saham blue chip tersebut.
Secara sektoral, saham yang menguat yaitu sektor maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak 2,2 persen ke level penutupan terbaiknya dalam hampir setahun. Kemudian saham energi juga mengalami lonjakan karena kenaikan harga minyak mentah di tengah kekhawatiran gangguan pasokan di Texas.
Sektor yang melemah yaitu saham emas dengan Indeks Bugs Gold Arca NYSE turun 2,5 persen ke level penutupan terendah dalam delapan bulan. Disusul oleh saham semikonduktor dengan penurunan 1,9 persen oleh Indeks Semikonduktor Philadelphia yang retreat dari rekor penutupan tertinggi dan juga saham jaringan dan perangkat keras komputer.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



