(Vibiznews – Indeks) – Terjadi koreksi yang signifikan pada perdagangan bursa saham Amerika yang berakhir Jumat dinihari WIB (19/2/2021), namun dapat dibatasi hingga indeks utama ditutup turun moderat. Dow Jones alami profit taking setelah 2 sesi berturut sebelumnya perpanjang rekor tertingginya.
Indeks Dow Jones ditutup turun 119,68 poin atau 0,4 persen menjadi 31.493,34, indeks Nasdaq turun 100,14 poin atau 0,7 persen menjadi 13.865,36 dan indeks S&P 500 turun 17,36 poin atau 0,4 persen menjadi 3.913,97. Tekanan jual paling besar terjadi setelah Walmart melaporkan kinerja kuartalan yang mengecewakan.
Raksasa perusahaan ritel di AS ini melaporkan pendapatan kuartal keempat yang lebih lemah dari perkiraan dan memproyeksikan terjadinya perlambatan pertumbuhan penjualan di tahun mendatang. Akibatnya saham Walmart anjlok 6,5 persen setelah penutupan sesi.
Sentimen yang memberatkan juga datang dari laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim pengangguran jauh di atas perkiraan, klaim naik tipis ke 861.000, meningkat 13.000 dari level revisi minggu sebelumnya di 848.000. Sebelumnya diperkirakan hanya turun ke 765.000.

Data yang lemah selanjutnya data pembangunan rumah di AS menurun pada bulan Januari lalu, dimana jumlah bangunan baru atau housing starts merosot 6% mom ke 1,580 juta pada Januari 2021, dari tertinggi hampir 14 tahun di 1,68 juta yang dibangun pada Desember 2020.
Secara sektoral, saham energi mengalami kinerja terburuk karena penurunan harga minyak hingga membuat Philadelphia Oil Service Index anjlok 4,2 persen, NYSE Arca Natural Gas Index anjlok 3,5 persen dan NYSE Arca Oil Index merosot 2,3 persen. Pelemahan yang cukup besar juga terjadi pada saham emas dengan penurunan 1,6 persen NYSE Arca Gold Bugs Index meskipun harga emas tetap menguat.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



