(Vibiznews – Indeks) – Bursa Saham Korea Selatan menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut pada perdagangan hari Kamis (4/3/2021) karena sentimen investor tertetkan kekhawatiran peningkatan imbal hasil Treasury AS serta anjloknya perdagangan bursa saham AS semalam.
Imbal hasil obligasi lokal 10-tahun meningkat ke tertinggi 2-tahun 1,99%, sementara itu yield obligasi tingkat 10-tahun AS tetap tinggi pada 1,477%. Sentimen juga diperberat oleh laporan Bank of Korea menunjukkan produk domestik bruto negara itu tahun 2020 mengalami kontraksi 1% dari 2019, kontraksi tahunan pertama sejak 1998. Kemudian harga konsumen naik sebesar 1,1%, mempercepat ke level tertinggi 13 bulan karena peningkatan permintaan domestik dan kenaikan harga minyak global.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 39,5 poin atau 1,28 persen menjadi ditutup pada 3043,49. Demikian untuk indeks Kospi200 melemah 6,10 poin atau 1,45% ke posisi 414.17, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 419.34 dan sempat turun ke posisi terendah di 411.28.
Saham baja dan bank bernasib baik di tengah spekulasi pemulihan lebih cepat dari perkiraan dari pandemi, sementara itu saham perusahaan teknologi dan otomotif turun. Seperti saham Samsung Electronics kehilangan 1,9 persen, saham SK hynix merosot 3,4 persen, saham LG Chem mundur 2 persen dan saham Hyundai Motor turun 2,08 persen.
.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



