(Vibiznews – Indeks) – Keraguan investor akan kondisi pasar obligasi global memperkuat tekanan jual yang terjadi perdagangan bursa saham kawasan Asia termasuk bursa Jepang. Indeks Nikkei pada perdagangan hari Kamis (4/3/2021) anjlok ke posisi terendah sejak perdagangan awal Februari lalu, tertekan profit taking saham-saham kelas berat.
Investor mengabaikan data resmi yang menunjukkan sentimen konsumen di Jepang meningkat ke level tertinggi dalam setahun di bulan Februari. Indeks kepercayaan konsumen di Jepang meningkat menjadi 33,8 pada Februari 2021, pembacaan terkuat sejak Februari tahun lalu, di tengah peluncuran program vaksin COVID-19. Sementara itu posisi yiekd obligasi AS bergerak positif sekalipun data pekerjaan swasta AS mengecewakan memberikan opini bank sentral akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan mereka.

Indeks harian Nikkei ditutup anjlok 792 poin atau 2,7% lebih rendah pada posisi 28.768. Demikian untuk indeks Topix kehilangan 1,04% menjadi 1.884,74. Demikian untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2021 bergerak turun 610 poin atau 2,06% menjadi 28980.
Saham kelas berat Fast Retailing, operator toko pakaian merek Uniqlo turun 5,45%, sementara itu SoftBank Group turun 5,19% dan Tokyo Electron kehilangan 2,43%. Jatuhnya saham SoftBank Group terjadi setelah berita bahwa firma keuangan rantai pasokan Inggris Greensill Capital, yang didukung oleh konglomerat Jepang, sedang dalam pembicaraan untuk menjual sebagian besar bisnisnya.
Namun terdapat pergerakan saham yang positif, yaitu saham Hitachi Zosen melonjak 19,48% setelah media lokal melaporkan bahwa perusahaan industri, energi dan infrastruktur tersebut telah mengembangkan baterai solid-state berkinerja tinggi.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


