(Vibiznews – Indeks) – Tekanan profit taking tidak berlanjut di bursa saham Korea Selatan pada perdagangan hari Kamis (18/3/2021), dengan indeks Kospi ditutup lebih tinggi. Kospi sempat melonjak awal sesi merespon kebijakan Fed, tetapi kemudian terpangkas kembali karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak menjadi sekitar 1,68%.
Sentimen positif investor terangkat oleh pernyataan Federal Reserve AS yang menegaskan kembali sikap kebijakan moneter akomodatifnya. Dimana perkiraan inflasi 2,4% untuk tahun ini adalah lonjakan sementara dan bahwa bank sentral Amerika tersebut tidak akan menaikkan suku bunga hingga 2024.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup naik 18,51 poin atau 0,61% pada 3.066,01, setelah sempat melonjak 1,40%. Demikian untuk indeks Kospi200 menguat 3,05 poin atau 0,74% ke posisi 417.06, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 420.86 dan sempat turun ke posisi terendah di 414.97.
Secara sektoral, saham otomotif dan teknologi memimpin penguatan saham di Kospi dan sebaliknya saham sektor asuransi dan energi yang paling merosot. Untuk saham penggerak pasar rebound kuat seperti saham Samsung Electronics naik 0,73%, saham SK Hynix menguat 1,43%, dan saham portal internet Naver melonjak 5,22%.
Sementara itu terdapat saham yang melonjak tinggi yaitu saham SK Bioscience Co Ltd yang merupakan perusahaan pengembang vaksin COVID-19 Korea Selatan meroket hingga naik 30%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



