(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan pada perdagangan hari Senin (22/3/2021) kembali melemah hingga membuat indeks Kospi anjlok ke posisi terendah 2 pekan. Sentimen investor di Kospi tertekan oleh imbal hasil obligasi AS yang bergejolak dan meningkatnya ketegangan Tiongkok-AS melebihi data perdagangan domestik yang optimis.
Posisi imbal hasil obligasi AS 10-tahun sedang turun ke posisi 1,68%, namun pekan lalu ditutup pada posisi tertinggi 14 bulan. Posisi imbal hasil obligasi negara Korea 3-tahun yang paling likuid turun 0,5 basis poin menjadi 1,141%, sedangkan imbal hasil 10-tahun patokan turun 2,9 basis poin menjadi 2,069%.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 4,07 poin atau 0,13 persen pada 3.035,46, terendah sejak 11 Maret. Demikian untuk indeks Kospi200 melemah 0,27 poin atau 0,07% ke posisi 412.64, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 414.68 dan sempat turun ke posisi terendah di 410.27.
Kospi melemah moderat dikarenakan saham-saham pembuat chip yang juga penggerak pasar rebound merespon laporan kenaikan ekspor 13,6 persen dalam setahun untuk pengiriman chip seperti saham Samsung Electronics naik 0,12% dan saham SK hynix flat.
Namun secara sektoral saham baja dan mesin berkinerja kuat di Seoul karena ekspektasi peningkatan permintaan global, sementara saham kimia dan bio merosot. Saham produsen baja raksasa POSCO melonjak 5,2 persen, saham LG Chem turun 3,01 persen dan saham Samsung SDI turun 2,87 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



