(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan hari Selasa (23/3/2021), hingga membuat indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah 10 pekan. Indeks Hang Seng tertekan oleh anjloknya saham konsumen dan juga saham manufaktur yang dipengaruhi oleh sanksi negara barat terhadap China.
Negara Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada pejabat China pada hari Senin atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Uighur, dan pemerintah Beijing segera membalas dengan tindakan sanksi terhadap anggota parlemen UE.

Indeks harian Hang Seng ditutup turun 387.96 poin atau 1.34% menjadi 28.497,38, terendah sejak 13 Januari. Demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,7% menjadi 11.111,18. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2021 bergerak negatif dengan anjlok 370 poin atau 1,28% ke posisi 28484.
Secara sektoral semua saham bergerak lemah dan masuk zona merah dengan pelemahan saham dipimpin oleh sektor manufaktur dan konsumsi dengan anjlok 5,62% dan 4,02% masing-masing.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



