(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Korea Selatan merosot untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Selasa (23/3/2021) di tengah ketidakpastian terkait dengan posisi imbal hasil Treasury AS jangka panjang dan ketegangan tensi politik negara Eropa dan China. Indeks Kospi semakin tertekan dan turun ke posisi terendah dalam 2 pekan.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun menjadi 1,684%, tetapi fokus pasar adalah pada kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres. Selain itu juga pasa menanti lelang obligasi yang akan dilakukan oleh Departemen Keuangan AS.
Tekanan jual saham semakin dalam merespon berita bahwa AS, Kanada, Uni Eropa, dan Inggris memberikan sanksi terhadap pejabat di China sebagai protes atas dugaan pelanggaran HAM negara komunis itu di Uighur-China barat.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 30,72 poin atau 1,01 persen pada 3.004,74, terendah sejak 10 Maret. Demikian untuk indeks Kospi200 melemah 3,93 poin atau 0,95% ke posisi 408.71, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 416.15 dan sempat turun ke posisi terendah di 408.40.
Kospi juga dilemahkan oleh anjloknya saham-saham penggerak pasar seperti saham Samsung Electronics merosot 0,24 persen, saham SK hynix merosot 2,17 persen, saham LG Chem anjlok 3,73 persen, saham Hyundai Motor turun 1,09 persen dan saham perusahaan farmasi raksasa Samsung Biologics turun tipis 0,28 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



