Forex Eropa GBPUSD 6 April: Laju Poundsterling Terkoreksi Lonjakan Yield Obligasi Inggris

597
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (6/4/2021) bergerak bearish hingga menembus posisi support kuat dari posisi tertinggi 3 pekan yang dicapai pada sesi Asia.  Poundsterling tertekan oleh posisi yield obligasi Inggris yang melonjak naik ke tertinggi 2 pekan dan penguatan dolar AS.

Imbal hasil obligasi Inggris melonjak 3% lebih dan naik ke posisi 0,83% yang merupakan posisi tertinggi 2 pekan, sementara itu posisi yeidl obligasi AS masih di posisi tertinggi sekitar 14-bulan sekalipun terpantau sedang koreksi ke 1,70%. Posisi dolar AS juga masih sangat kuat yang di-support data-data ekonomi optimis seperti data PMI manufaktur dan jasa.

Pada sesi Asia poundsterling menguat hingga menembus resisten kuat hariannya oleh prospek pemulihan ekonomi yang lebih cepat di Inggris setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pada hari Senin pembukaan semua toko, pusat kebugaran, penata rambut dan area perhotelan luar ruangan di Inggris mulai 12 April.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang menanjak perlahan di pasar uang Eropa setelah terkoreksi; berada di sekitar 2 minggu terendahnya oleh turunnya yields obligasi Pemerintah AS sekalipun data mengindikasikan pemulihan ekonomi di AS.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.3834 yang  sedang turun kembali menuju posisi  1.3821, jika   tembus  akan meluncur ke support lemahnya di 1.3784 – 1.3768. Namun jika bergerak kuat kembali akan mendaki ke posisi 1.3917, jika tembus akan naik ke resisten lemah di 1.3973 – 1.4000.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here