(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Selasa (6/4/2021) oleh profit taking saham-saham kapital besar. Tekanan jual saham cukup signifikan membuat indeks Nikkei retreat dari level tertinggi 3 pekan karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari kemungkinan gelombang keempat COVID-19 di negara itu.
Selain itu saham juga tertekan oleh meningkatnya yield obligasi lokal dan juga yield obligasi AS, imbal hasil lokal 10-tahun bertahan di tertinggi 3-minggu 0,121% sementara yield obligasi 10-tahun AS naik menjadi 1,71%.
Sentimen juga diperberat oleh sedakan pemerintah Beijing yang memperingatkan pemerintah Tokyo agar tidak bekerja sama dengan pemerintah AS untuk melawan China, menjelang KTT AS-Jepang minggu depan.

Indeks harian Nikkei ditutup merosot 392,62 poin atau 1,3% menjadi 29696,63. Demikian untuk indeks Topix turun 1,47% menjadi ditutup pada 1,954,34. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak negatif dengan turun 380 poin atau 1,26% ke posisi 29700.
Saham kapital besar yang alami tekanan profit taking seperti saham Fast Retailing, yang merupakan operator toko pakaian merek Uniqlo, turun 1,5%, saham SoftBank Group turun 1,12% dan saham Tokyo Electron turun 2,27%. Kemudian terdapat tekanan juga pada saham sektor pariwisata seperti saham ANA Holdings turun 2,31%, saham Japan Airlines turun 2,44% dan saham operator Tokyo Disney Resort Oriental Land turun 1,87%.
Untuk saham yang paling tertekan di Topix seperti saham perbankan, seperti saham Mizuho Financial Group turun 2,83%, saham Sumitomo Mitsui Financial Group turun 2,25% dan saham Mitsubishi UFJ Financial Group turun 2,06%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



