(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (7/4/2021) bergerak lebih rendah yang memperpanjang kejatuhan sesi sebelumnya di posisi support. Poundsterling sempat bergerak rebound pada sesi Asia oleh anjloknya imbal hasil obligasi AS ke terendah 2 pekan.
Pair bergerak lebih rendah kembali merespon laporan ekonomi Inggris untuk data PMI service periode bulan Maret yang terkoreksi ke posisi 56,3 dari posisi bulan sebelumnya di 56,8.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar tertekan di pasar uang Eropa setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; berada di 2 minggu terendahnya oleh turunnya yields obligasi Pemerintah AS di tengah investor yang memerkirakan the Fed akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.3810 yang sedang turun kembali menuju posisi 1.3771, jika tembus akan meluncur ke support lemahnya di 1.3734 – 1.3700. Namun jika bergerak kuat akan mendaki ke posisi 1.3850, jika tembus akan naik ke resisten kuat di 1.3893 – 1.3920.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting