Bursa Jepang 8 April Melemah Dibebani Lonjakan Kasus Covid-19

452

(Vibiznews – Indeks) –  Bursa saham Jepang kembali tertekan pada perdagangan hari Kamis  (8/4/2021) setelah rebound di sesi sebelumnya, dibebani oleh kekhawatiran lonjakan kasus harian covid-19 di Jepang dan potensi kembalinya tindakan pembatasan aktivita ekonomi.

Gubernur Tokyo mengatakan pada hari Kamis bahwa dia akan meminta pemerintah pusat mengadopsi langkah-langkah darurat di ibu kota sebagai tanggapan atas peningkatan infeksi virus corona yang tiba-tiba dan penyebaran varian virus baru. Demikian juga dengan Osaka yang mencatat lonjakan kasus baru hingga 719 orang pada hari Selasa.

Dari laporan ekonomi, surplus transaksi berjalan Jepang menyusut  menjadi JPY2916,9 miliar di bulan Februari dari JPY3060,5 miliar di bulan yang sama tahun sebelumnya, sementara itu indeks kepercayaan konsumen naik 2,2 poin dari bulan sebelumnya menjadi 36,1 di bulan Maret, tertinggi sejak Februari tahun lalu.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup turun 21,81 poin atau 0,07% menjadi 2.9708,98. Demikian untuk indeks Topix turun 0,79% menjadi 1.951,86.  Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak negatif dengan turun 40 poin atau 0,13% ke posisi 29670.

Yang berkinerja buruk pada saham unggulan di Topix  adalah saham Takeda Pharmaceutical Co Ltd, turun 3,08%, diikuti oleh saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, kehilangan 2,51%. Namun terdapat saham yang melonjak hingga naik 4,85%, yaitu saham  Metals Ltd,  setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa kelompok yang dipimpin oleh Bain Capital telah muncul sebagai penawar preferensial untuk 53% saham perusahaan senilai sekitar $7,3 miliar.

Saham Toshiba yang kemarin melonjak tinggi, kini  turun 0,44% sehari setelah menerima tawaran $20 miliar pembelian saham dari CVC Capital Partners. Saham mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada hari Rabu.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here