(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (13/4/2021) bergerak positif melanjutkan gain sebelumnya dengan melaju mendekati posisi resisten kuat. Namun pergerakan gain dibayangi oleh data PDB Inggris yang menyusut.
PDB Inggris menyusut 1,6% dalam tiga bulan hingga Februari, kontraksi paling tajam sejak Mei-Juli tetapi lebih baik dari ekspektasi pasar yang turun 1,9%. Secara bulanan, di bulan Februari saja PDB hanya naik 0,4%, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,6%, karena pembatasan pemerintah yang memengaruhi aktivitas ekonomi.
Namun terdapat data ekonomi positif yang bangkit dari kontraksi data sebelumnya seperti data produksi industri, produksi manufaktur dan hasil pekerjaan konstruksi Inggris. Produksi industri di Inggris meningkat 1 persen bulan ke bulan di Februari 2021, setelah sebelumnya kontraksi 1,8 persen bulan Januari dan jauh di atas ekspektasi pasar dari kenaikan 0,5 persen, kenaikan terbesar dalam enam bulan.
Sementara itu kekhawatiran atas pemilihan lokal dan regional bulan depan meningkat, setelah menteri pertama Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson tidak akan menentang referendum kemerdekaan kedua jika partai Nasional Skotlandia memenangkan suara mayoritas.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang terkoreksi di pasar uang Eropa setelah bergerak bullish di pasar uang Asia. Dolar rebound di sesi Asia oleh kenaikan lanjutan yield obligasi AS ke posisi 1,69%, namun kini dibatasi oleh kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.3748 yang tertekan menuju posisi 1.3724, jika tembus akan meluncur ke pivot di 1.3727 sebelum ke support kuatnya di 1.3679 – 1.3640. Namun jika kuat kembali, akan naik ke 1.3765 sebelum lanjut ke resisten kuatnya di 1.3787 – 1.3810.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



