(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (15/4/2021) posisi euro dalam pair EURUSD bergerak rally hingga menembus posisi resisten kuat hariannya ke posisi tertinggi 1 bulan. Pair bergerak kuat merespon pelemahan dolar AS ke terendah 4 pekan oleh turunnya kembali yield obligasi AS.
Data ekonomi yang dirilis di awal sesi mengkonfirmasi bahwa harga konsumen di Jerman dan Prancis naik terbesar pada bulan Maret dalam lebih dari setahun, sementara tingkat inflasi Italia mencapai level tertinggi sejak Mei 2019.
Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan kepada komite Parlemen Eropa tentang urusan moneter pada hari Rabu bahwa bank sentral akan bertindak atas setiap kenaikan merugikan dalam biaya pinjaman sampai pandemi virus corona selesai. Pembuat kebijakan juga mengatakan bahwa aktivitas ekonomi yang luas harus meningkat kuat pada paruh kedua tahun ini berkat vaksinasi, pelonggaran langkah-langkah pengurungan dan dukungan kebijakan moneter dan fiskal di Kawasan Euro dan seluruh dunia. Di saat yang sama, ketidakpastian tetap tinggi dan pemulihan diperkirakan rapuh, dengan PDB baru mencapai level sebelum krisis pada kuartal kedua tahun 2022.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang menurun di pasar uang Eropa setelah terkoreksi 3 hari; berada di 4 minggu terendahnya di tengh pasar yang mencermati pernyataan the Fed bahwa tingkat inflasi AS akan tetap rendah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD menguat, pair kini berada di posisi 1.1982 yang sedang turun kembali ke posisi 1.1969 dan jika tembus meluncur terus ke pivot dan juga support kuatnya di 1.1994 – 1.1960. Namun jika naik kembali, pair akan melaju kembali ke posisi 1.1992 sebelum naik ke resisten lemahnya di 1.2011 – 1.2045.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



