Profit Taking Berlanjut di Bursa Wall Street, Nasdaq Terendah 2 Pekan

393
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) –  Tekanan profit taking masih berlanjut pada perdagangan bursa saham Amerika yang berakhir Rabu dinihari WIB (21/4/2021), dengan semua indeks utamanya bertahan di zona negatif dalam pergerakan yang fluktuatif. Investor masih memanfaatkan posisi rekor tertinggi baru yang dicapai Dow Jones dan S&P500 akhir pekan lalu.

Indeks Nasdaq terkoreksi ke terendah 2 pekan dengan turun 128,50 poin atau 0,9 persen menjadi 13.786,27, indeks Dow Jones tergelincir 256,33 poin atau 0,8 persen menjadi 33.821,30, dan indeks S&P 500 turun 28,32 poin atau 0,7 persen menjadi 4.134,94.  Gelombang baru infeksi virus corona di luar negeri juga membebani pasar di tengah kekhawatiran tentang pembatasan baru dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Dalam perdagangan semalam para  trader  mengabaikan berita pendapatan optimis yang dilaporkan beberapa perusahaan seperti Procter & Gamble , Johnson & Johnson  dan Travellers. Karenanya saham ketiga perusahaan tersebut alami kekuatan dalam kisaran 0,8% – 2,6%.

Secara sektoral saham energi yang paling menunjukkan pergerakan negatif seiring dengan harga minyak mentah yang  merosot,  Philadelphia Oil Service Index anjlok 4,6 persen dan NYSE Arca Oil Index anjlok 3,1 persen. Pelemahan signifikan juga terlihat di antara saham maskapai, dengan NYSE Arca Airline Index anjlok 4,4 persen, mengakhiri sesi pada penutupan terendah dua bulan. Saham United Airlines  memimpin pelemahan sektor anjlok 8,5 persen setelah melaporkan kerugian kuartal pertama.

 

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here