(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (21/4/2021) bergerak rebound setelah dibuka pada area support oleh posisi retreat dolar AS. Aussie bergerak mendekati tertinggi 4 minggu setelah risalah pertemuan kebijakan April Reserve Bank of Australia kemarin menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi di Australia diperkirakan akan berlanjut, dengan perkiraan pertumbuhan di atas tren pada tahun 2021 dan 2022.
Namun, tekanan upah dan harga diperkirakan akan tetap tenang selama beberapa tahun. Bank sentral juga menegaskan akan tetap akomodatif hingga setidaknya tahun 2024 ketika inflasi aktual dapat dipertahankan dalam kisaran target 2-3%. Imbal hasil obligasi lokal 10-tahun naik lebih tinggi menjadi 1,702% sementara yield obligasi AS 10-tahun turun mendekati posisi terendah 5-minggu di 1,564%.
Dari pasar komoditas posisi aussie masih mendapat support dari kekuatan harga emas serta harga tembaga yang menjadi unggulan naik ke posisi tertinggi 1 dekade . Namun posisi harga minyak mentah terkoreksi dari posisi tertinggi 1 bulan merespon kenaikan kasus covid-19.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya turun di pasar uang Asia setelah rebound di sesi sebelumnya. Dolar bergerak pada kisaran terendah 7 minggu oleh turunnya yields US Treasury setelah pernyataan the Fed pekan lalu bahwa tingkat inflasi AS masih wajar.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD menguat, pair yang kini berada pada posisi 0.7735 bergerak naik mendekati pivot dan jika tembus lanjut ke posisi R1 dan juga R2. Namun jika tidak sampai posisi 0.7760 akan berbalik arah dan turun ke 0.7710 sebelum meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7896 | 0.7855 | 0.7789 | 0.7750 | 0.7682 | 0.7640 | 0.7576 |
| Buy Avg | 0.7765 | Sell Avg | 0.7710 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



