(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (22/4/2021) bergerak kuat mendekati resisten kuat harian yang melanjutkan gain sesi sebelumnya. Aussie mendapat kekuatan sebelumnya sebagai kurs berisiko karena penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang dan koreksi dolar.
Imbal hasil obligasi lokal 10-tahun berada di 1,687% sementara yield obligasi 10-tahun AS mendekati posisi terendah 5-minggu di 1,55%. Awal pekan ini, pertemuan kebijakan RBA bulan April menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi di Australia diperkirakan akan berlanjut, sementara tekanan upah dan harga diperkirakan akan tetap tenang selama beberapa tahun, menegaskan kembali bahwa hal itu akan tetap akomodatif hingga setidaknya tahun 2024 ketika inflasi aktual turun. secara berkelanjutan dalam kisaran target 2-3%.
Dari pasar komoditas posisi aussie masih mendapat support dari kekuatan harga emas yang naik ke tertinggi 2 bulan serta harga tembaga yang menjadi unggulan naik ke posisi tertinggi 1 dekade . Namun posisi harga minyak mentah melemah oleh laporan peningkatan pasokan minyak AS.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya berusaha rebound di pasar uang Asia setelah melemah di sesi sebelumnya oleh rebound yields US Treasury. Namun dolar masih bergerak pada kisaran terendah 7 minggu dan malam ini menunggu data klaim pengangguran dan penjualan rumah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD menguat, pair yang kini berada pada posisi 0.7760 bergerak naik mendekati posisi R1 dan juga R2. Namun jika tidak sampai akan berbalik arah dan turun ke 0.7730 sebelum meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7837 | 0.7799 | 0.7774 | 0.7736 | 0.7711 | 0.7673 | 0.7648 |
| Buy Avg | 0.7774 | Sell Avg | 0.7718 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



