(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia Kamis (22/4/2021) bergerak lemah memperpanjang momentum penurunan 3 sesi berturut sebelumnya oleh pergerakan lemah dolar AS sebelumnya, dimana imbal hasil obligasi AS 10-tahun dan juga lokal turun. Pair berusaha naik merespon bangkitnya sentimen perdagangan aset risiko.
Imbal hasil obligasi lokal 10 tahun menyentuh posisi terendah 3 minggu di 0,069% sementara yield obligasi AS 10-tahun bertahan di sekitar posisi terendah 5 minggu di 1,53%.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat lain di Prefektur Osaka sebagai lonjakan dalam kasus COVID-19 yang parah membebani sistem medisnya, sementara Tokyo akan mencari langkah yang sama dalam hitungan hari.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya berusaha rebound di pasar uang Asia setelah melemah di sesi sebelumnya oleh rebound yields US Treasury. Namun dolar masih bergerak pada kisaran terendah 7 minggu dan malam ini menunggu data klaim pengangguran dan penjualan rumah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 107.98 sedang turun menuju posisi S1 dan S2. Namun jika tidak tembus akan berbalik arah dan naik ke posisi 108.15, jika tembus mendaki ke R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 108.66 | 108.47 | 108.26 | 108.06 | 107.85 | 107.66 | 107.45 |
| Buy Avg | 108.26 | Sell Avg | 107.89 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



