(Vibiznews – Indeks) – Keuntungan perdagangan bursa saham Hong Kong tergerus pada akhir perdagangan hari Senin (26/4/2021), setelah sempat melanjutkan kenaikan indeks utama pada awal sesi. Tekanan jual saham di Hang Seng mendapat sentimen negatif dari lonjakan kasus covid-19 di India dan negara Asia lainnya. India merupakan salah satu negara importir terbesar bagi Cina daratan.
India pada hari Senin mencetak rekor global untuk peningkatan kasus virus corona harian selama lima hari berturut-turut, dengan pertambahan kasus 325 ribu pada hari Senin. Sementara kematian akibat COVID-19 juga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa selama 24 jam terakhir.

Indeks harian Hang Seng ditutup turun 125,92 poin atau 0,43% lebih rendah menjadi 28.952,83. Demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,78% menjadi 10.981,31. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan April 2021 bergerak negatif dengan turun 110 poin atau 0,38% ke posisi 28942.
Secara sektoral, mayoritas saham terjun ke zona merah kecuali saham manufaktur yang menguat sendiri. Untuk pelemahan sektor dipimpin oleh saham konsumer dan healthcare yang menguat 1,15% dan 0,85% masing-masing. Untuk saham yang menjadi top looser hari ini yaitu saham Lenovo Group anjlok 3.94% dengan saham Mengniu Dairy anjlok 3,24% dari sektor konsumer.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



