(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang menutup perdagangan hari Selasa (27/4/2021) lebih rendah dari kenaikan indeks sesi sebelumnya. Laporan kuartalan sejumlah perusahaan hari ini gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor untuk pemulihan laba yang kuat, sementara itu negara juga sedang berjuang mengatasi pandemi COVID-19.
Kondisi kasus terinfeksi covid-19 di Jepang yang masih banyak dan pengumuman keadaan darurat ketiganya minggu lalu untuk Tokyo dan 3 prefektur lainnya mengurangi sentimen investor melakukan transaksi saham. Jepang melaporkan pertambahan 4752 kasus baru pada hari Senin.
Kemudian bank sentral Jepang (BOJ) hari ini mengumumkan kebijakan suku buga dan target pembelian obligasi pemerintah tidak berubah dari sebelumnya, hanya pada bulan ini memangkas proyeksi tingkat inflasi pada tahun fiskal sekarang. BOJ menetapkan perkiraan untuk tahun fiskal saat ini menjadi 0,1% dari prediksi sebelumnya sebesar 0,5%.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 134,34 poin atau 0,46% menjadi 28991,89. Demikian untuk indeks Topix turun 0,76% menjadi 1.903,55. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak positif dengan turun 180 poin atau 0,62% ke posisi 28990.
Saham Dai-ichi Sankyo turun 3,5% setelah produsen obat tersebut memberikan perkiraan yang lebih rendah dari perkiraan untuk tahun berjalan hingga Maret, sementara saham Hulic anjlok 4,4% setelah pengembang properti tersebut laporkan pendapatan meleset dari ekspektasi.
Saham Canon berakhir turun 1,3%, meskipun perkiraan laba operasi tahunannya melampaui konsensus pasar. Demikian juga saham pialang online Monex kehilangan 1,5% bahkan ketika melaporkan lonjakan laba karena kenaikan bitcoin.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



