(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD jelang perdagangan forex sesi Amerika hari Senin (17/5/2021) pertahankan pergerakan kuat yang sempat melaju pada awal sesi Asia. Laju pair dibayangi oleh usaha rebound dolar AS merespon pergerakan kuat imba hasil obligasi AS 10-tahun.
Poundsterling mendaki mendekati level tertinggi dua bulan di $1,417 yang dicapai minggu lalu, karena Inggris melonggarkan langkah-langkah pembatasan lebih lanjut pada hari Senin dengan membuka kembali cafe, bar dan restoran untuk layanan makan ditempat serta larangan perjalanan internasional dicabut.
Pair sempat tertekan pada sesi Eropa oleh kekhawatiran atas penyebaran virus corona varian India. Laporan tentang kelompok dari strain yang menular telah membebani sterling. Namun demikian, vaksin tampaknya dapat mengatasi mutasi ini dan Inggris sudah sangat maju dalam upaya imunisasinya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang menurun di pasar uang Eropa melanjutkan pelemahan 2 sesi sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh anjloknya posisi yield obligasi AS 10-tahun selama 3 hari berturut.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.4110 yang sedang mendaki kembali ke posisi 1.4118 sebelum capai resisten kuatnya di 1.4125 – 1.4160. Namun jika pair melemah, pair akan meluncur kembali ke posisi 1.4076 sebelum meluncur ke support kuatnya di 1.4050 – 1.4015.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



