(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang kembali merugi pada perdagangan hari Senin (17/5/2021) setelah sesi sebelumnya rebound kuat, melanjutkan tekanan jual berturut pekan lalu. Indeks Nikkei terkoreksi oleh meningkatnya kekhawatiran tentang pandemi virus corona dan laporan pendapatan perusahaan yang suram.
Varian yang sangat menular menyebar di seluruh Jepang di tengah peluncuran vaksin yang lambat dengan hanya 3% dari populasi yang divaksinasi. Selain itu juga dibebani oleh kondisi keadaan darurat di perluas ke beberapa prefektur yang baru seperti prefektur Hokkaido, Okayama dan Hiroshima pada hari Minggu.
Laporan pendapatan pendapatan perusahaan yang suram seperti perusahaan Fujikura dan juga Honda Motor melaporkan rebound laba tetapi memperingatkan kekurangan semikonduktor dan biaya bahan baku yang lebih tinggi akan memangkas pertumbuhan tahun ini. Akibatnya saham Fujikura merosot 15,4% dan menjadi top looser di Nikkei, kemudian saham Honda Motor anjlok 2,77%.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 260 poin atau 0,9% menjadi 27825. Demikian untuk indeks Topix turun tipis 0,24% menjadi 1.878,86. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak positif dengan turun 270 poin atau 0,96% ke posisi 27770.
Saham kapital besar lainnya yang anjlok yaitu saham Seven & i Holdings turun 3,1% setelah pejabat AS menyampaikan kekhawatiran kompetitif atas akuisisi perusahaan pengecer Jepang tersebut atas 3.900 pom bensin Speedway dan toko serba ada dari Marathon Petroleum Corp.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



